perpindahan
Posted by L. Syukurilla in another notes on May 9th, 2012
Saya agak sulit memulai notes kali ini. Saya harus memilah dan memilih kata dan bahasa yang akan saya gunakan untuk menyampaikannya, supaya tidak terkesan menggurui, menghakimi, menyinggung, atau malah menakut-nakuti. Well, pertama saya pilih kata ganti aku, kamu, dan mereka. Aku untuk saya, kamu untuk yang membaca, dan mereka untuk orang di luar aku dan kamu. fair?
Seperti yang pernah kutulis pada notes sebelumnya, menurutku hidup ini bagaikan serangkaian cerita yang terdiri dari beberapa segmen yang kusebut fase. Bertahun-tahun aku dan kamu melewati puluhan, atau bahkan ratusan fase. Fase sendiri bisa sekedar fase bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dst. Atau fase berupa masa bersekolah; TK, SD, SMP, SMA, dst. Terserah mau didefinisikan seperti apa.
Yang pengen kubahas kali ini adalah tentang perpindahan fase. Ada kalanya perpindahan fase membutuhkan adaptasi. Contohnya, orang yang jomblo lalu punya pacar, tentunya butuh adaptasi dengan pasangannya. Contoh lain, orang yang punya pacar lalu jadi jomblo, juga tentu butuh adaptasi dengan kesendiriannya. hehe. Contoh yang lebih konkrit, paling aktual, adalah ketika ketika meninggalkan bangku kuliah dan menuju bangku kuliah lain, atau menuju lapangan pekerjaan. Pastinya butuh adaptasi. Mari kita perdalam bahasannya. Read the rest of this entry »
tentang
Posted by L. Syukurilla in another notes on May 5th, 2012
Biar saya bikin cerita.
Tentang saya yang seorang puteri raja.
Cantik, baik, dan kaya raya. Semua orang suka. Laki-laki memuja.
Terserah saya mau apa. Akhir hidup bahagia.
Mungkin saya bikin fiksi.
Tentang saya yang seorang penari.
Lincah, centil, menarik hati. Semua wanita jadi iri. Laki-laki lupa diri.
Saya hidup dalam alunan melodi. Sampai mati.
Kertas-kertas saya berisikan fabel pun berserak.
Salah satunya, tentang saya yang seekor merak.
Bulunya lembut dan harum semerbak. ‘Aih, cantiknya!’, orang berteriak.
Punya kandang sebebas saya bergerak. Mau makan pun ada sajian enak.
Saya hidup panjang, beranak pinak.
Saya juga bisa membuat dongeng.
Tentang saya, seorang miskin yang cengeng.
Badan saya kerempeng. Jalan pun meleng.
Tiba-tiba datang pangeran, tangan saya pun digandeng.
Dinikahi, dajak pergi ke istana penuh lonceng.
Hidup pun tinggal petentang-petenteng.
Tentang saya yang benar, adalah seorang pengarang.
Melepas angan ke awan, terbang. Mengayuh asa ke negeri seberang.
Lalu pulang membawa uang. Kata orang, wajah saya tak riang.
Hidup di sini, menunggu hari terang.
nol.nol.
Posted by L. Syukurilla in another notes on May 4th, 2012
nol.
satu dua tatap muka menjadikan terbiasa.
tiga empat cerita menjadikan bahagia.
lima enam canda menumbuhkan suka.
tujuh delapan bersama menimbulkan cinta.
sembilan sepuluh klimaks.
sepuluh sembilan antiklimaks.
delapan tujuh bersama jadi biasa.
enam lima canda tumbuh duka.
empat tiga cerita jadi airmata.
dua satu tatap muka layulah cinta.
nol.
nanti
Posted by L. Syukurilla in another notes on April 29th, 2012
yang menyala, ada kalanya padam. entah habis daya, atau sengaja demikian.
yang bertutur dan berkata, terkadang diam. entah habis cerita, atau sengaja demikian.
yang melangkah dan berlari, bisa jadi berhenti. mungkin lelah, atau sengaja demikian.
yang hidup, sudah pasti mati. mungkin takdir, atau sengaja demikian.
sesuatu ini, tak akan kubiarkan padam, diam, dan berhenti. mungkin mati. jika aku pun demikian. tapi tidak sekarang, nanti. nanti, nanti, dan nanti lagi.
diam?
Posted by L. Syukurilla in another notes on April 28th, 2012
Hari-hari berlalu lambat. Minggu dan Bulan baru saja lewat, padahal kurasa berabad. Inilah relativitas untuk seorang yang bukan penyabar. Waktu berjalan normal, tapi kuharap cepat, tapi ternyata lambat.
Aku hidup dari satu hari ke hari yang lain. Melewati satu kisah ke kisah yang lain.
Aku bertemu orang-orang. Bercerita dan bertukar pikiran. Berbagi bahagia, tanpa kesedihan.
Tetap kurasa sama. Aku seolah diam dalam perputaran waktuku. Aku seolah diam dalam lalu lalang cerita dan tokoh.
Ajak aku, waktu! Aku juga ingin berpindah dan berjelajah. Aku ingin bergerak bersama mereka. Aku tak mau diam dan ditinggalkan. Bawa aku, waktu! Menuju esok, lusa, dan seterusnya.
i love us
Posted by L. Syukurilla in another notes on March 28th, 2012
More than two years ago, we were you and me. Days came and went. Sun rose. Sky was blue, sunny. Birds were tweeting. Flowers were blooming. Sun set. Night came, starry. I was young. You were young. I was happy. You were happy. I was busy. You were too. I had dreams, You did too. I was searching, and so were You.
Now, sky is still blue. Night keep great, starry. I am still young, so are You. I am attempting my dreams, and You here with me. Now, We are Us. And I Love Us.
a little note for my hero.
asing
Posted by L. Syukurilla in another notes on March 26th, 2012
Pengap. Hatinya seolah tertutup rapat. Enggan dibagi dan membagi. Enggan mengasihi dan dikasihi.
Beku. Dindingnya kaku membatu. Mungin karena rindu. Mungkin karena duka masa lalu.
Sunyi. Ruangnya tanpa bunyi. Hanya detak detik nadi. Hanya kembang kempis tak berarti.
Kutemui hatinya dulu di ujung jalan pulangku. Kutatap pilu sambil terus menunggu. Berharap membuka celah untuk membagi tahu. Berharap mampu mencairkannya yang mulai membiru. Membuatnya tak lagi sendu.
Aku duduk bersimpuh rindu. Berharap tanpa jemu. Tapi, sampai hari berganti bulan dan tahun, semua tak berganti. Dia tetap di sana, dengan hatinya yang pengap, beku, dan sunyi. Hati yang kesepian.
keep going
Posted by L. Syukurilla in another notes on March 17th, 2012
Hari-hari pasca kelulusan adalah suatu fase tersendiri yang harus kita hadapi. Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa ketika lulus berarti gugurlah sudah semua kewajiban yang harus dikerjakan. Well, hal itu tidak sepenuhnya salah. Kewajiban kita yang lalu telah gugur. Tetapi, setelah lulus akan muncul lebih banyak kewajiban yang akan kita hadapi. Setelah lulus SD, kita masuk SMP, lalu SMA, lalu kuliah. Setelah lulus kuliah, kewajiban yang akan dihadapi tergantung pada keputusan hidup personal. Variatif.
We’re gonna be considered as an independent person. We have to make our own decisions. Trust me, it’s not as simple as people may see. Here beneath the chest skin, something is beating faster than before. There below the skull is thinking harder than usual. Somehow, these all are just a little part of big story to achieve what we aspire. So, keep going, everybody. We need no time to wait. We are moving.
writing in English
Posted by L. Syukurilla in another notes on March 14th, 2012
It seemed that I forget the way to write a note in English. It has been long time since I write the last note, full in English. So, Let’s try to start again
Well, just like Bahasa Indonesia, English language hold some sections, those are speaking, reading, writing, and listening. Every section has its own difficulties. But perhaps, for those who are beginners in learning English, listening and speaking sections would be the most scary ones. They require not only skill in English itself but also more practices. Because when we are listening or speaking, it means that we are interacting with others. We get involved in a certain condition. So, we are supposed to understand what people want to inform, and we have to make people understand of what we are talking about. Quite complicated to understand, I guess.
I also have some problems in learning English, particularly in writing. I have learnt for years to create a nice, catchy, understandable, and smart notes in English. And it is totally hard. I have to read more English passage to amend my vocabulary, grammars, and other knowledge. I still need to write more notes until I can deliver the good one.
Somehow, learning English is just like ‘learning’ in general. We may find difficulties or even make mistakes. It is fair. All we need to do is keep learning. Because learning is fun!
